'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Urgensi Kader Komunitas dalam Program TB-HIV yang dilakukan 'Aisyiyah
30 Januari 2017 21:27 WIB | dibaca 1208

Rapat Rekrutmen Kader TB-HIV 'Aisyiyah di Pontianak     

Gambar 1. Kegiatan Rekrutmen Kader Komunitas TB

 
Diperkirakan pada tahun 2015 angka insiden TB di Indonesia 399/100.000 orang, atau ditemukan 4 penderita baru untuk setiap 1.000 orang. Sementara angka prevalensi TB sebesar 647/100.000 orang, atau saat ini hidup 6-7 orang penderita TB di antara 1.000 penduduk. Angka kematian TB-HIV sebesar 8,5 per 100.000 penduduk, serta insiden TB-HIV sebesar 25 per 100.000 penduduk (Global Report TB, 2015). Sementara di Kalimantan Barat sampai dengan triwulan 2 tahun 2016 terdapat 782 pasien TB yang terdaftar dan diobati di fasilitas kesehatan. Berdasarkan data tersebut jumlah penderita terbanyak beradar di Kota Pontianak yaitu sebesar 92 orang pasien.
 
Program TB-HIV ‘Aisyiyah khususnya di Kalimantan Barat menetapkan target untuk membantu pemerintah daerah di empat wilayah kerja, Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sanggau dan Kota Singkawang, dalam penganggulangan TB-HIV. Target penemuan terduga TB untuk keempat wilayah tersebut di tahun 2017 sebesar 2.942 orang. Penemuan terduga TB dilakukan dengan cara Active Case Finding, berbeda dengan cara penemuan yang selama ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan, yaitu Passive Case FindingActive Case Finding dilakukan dengan paradigma pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kader dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam penanggulangan TB. 
 
Target penemuan tersebut dibagi menjadi 4 kuartal, dimana tiap kuartalnya kader harus menemukan 735 terduga TB. Target kedua yaitu target pasien positif TB, yaitu sebesar 490 penderita. Temuan pasien positif TB juga dibagi menjadi 4 kuartal, dimana tiap kuartalnya kader harus mendampingi 123 pasien positif TB. Target ke tiga yang ditetapkan adalah temuan pasien TB-HIV. Pada program ini kader juga harus menganjurkan pasien TB untuk memeriksakan HIV atau sebaliknya. Pada target ini untuk tahun 2017 kader harus menemukan 269 pasien, dimana tiap kuartanya sebesar 67 pasien.
 
Hampir semua daerah di Kalimantan Barat penemuan terduga TB belum mencapai 100%. Pemerintah daerah pada keempat wilayah tersebut merasa terbantu dengan target yang dimiliki oleh TB-HIV Care ‘Aisyiyah. Alasannya karena target temuan ‘Aisyiyah menyumbang kurang lebih 50% dari target yang dimiliki tiap dinas kesehatan. Koordinator SR TB-HIV Care 'Aisyiyah Kalimantan Barat, Marlenywaty, S.Si., MKM., mengatakan bahwa para kader komunitas TB-HIV akan melakukan pencarian suspek TB di kecamatan yang menjadi lokasi kasus yang telah disepakati dengan dinas kesehatan. Jika ditemukan suspek, para kader komunitas akan melakukan koordinasi dengan Puskesmas setempat dan memberikan support hingga sembuh dan disediakan pendampingan minum obat selama 6 bulan. Katanya, upaya penanggulang harus melibatkan banyak pihak, SR komunitas TB akan melakukan kerjasama dengan pemerintah dari segi regulasi dan penganggaran. Organisasi kemasyarakat juga penting dilibatkan agar upaya penanggulangan yang dilakukan bisa efektif dan efisien.
 

Dalam proses seleksi ini terdapat sejumlah kriteria yang ditetapkan oleh program TB-HIV Care ‘Aisyiyah untuk kader yang akan dilatih dan diberdayakan. Kriteria pertama yaitu calon kader minimal menempuh pendidikan dasar serta memiliki keterampilan membaca dan menuulis yang memadai. Kriteria kedua yaitu calon kader dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Kader yang diterima diharapkan tidak memiliki keterbatasan fisik serta memiliki penyakit menahun yang dapat membatasi kinerja mereka di lapangan. Kemudian kriteria ketiga yaitu calon kader diharapkan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Keterampilan komunikasi sangat dibutuhkan untuk kader dalam menemunan suspek TB dan mendampingi penderita dalam proses pengobatan. Kriteria berikutnya yaitu calon kader yang diharapkan adalah anggota masyarkat yang dikenal baik oleh masyarakat. Kemudian kader diharapkan berusia produktif, yaitu berusia 18-65 tahun atau dinilai masih memiliki kecakapan sebagai kader.

‘Aisyiyah berkomitment membantu pemerintah dalam penanggulangan TB-HIV. Secara keseluruhan kegiatan seleksi dan pelatihan kader komunitas TB merupakan tahap awal dari seluruh rangkaian program TB-HIV Care ‘Aisyiyah. Rekrutmen dan pelatihan kader menjadi tonggak penting dalam program ini. Alasannya karena fokus dari program TB-HIV Care ‘Aisyiyah adalah deteksi suspek TB dan kontak serumah suspek TB Paru secara aktif di masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan proses berikutnya yaitu pendampingan pasien TB Paru hingga sembuh. Kegiatan penemuan suspek TB Paru dilakukan oleh kader berdasarkan peta suspek TB yang telah disusun bersama Dinas Kesehatan setempat, selanjutnya kader berperan menjadi sumber informasi TB, pendampingan pasien TB, pembinaan Pengawas Menelan Obat (PMO), pengawasan pengobatan pasien TB, dan monitoring pengobatan pasien TB.

(*AKMS SR TB-HIV 'AISYIYAH KALBAR)

Shared Post: