'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PPTi Kalbar mendukung kegiatan TB Care Aisyiyah
09 Februari 2017 11:34 WIB | dibaca 562
 
Hari Rabu tanggal 8 Februari 2017 telah berlangsung pertemuan dengan  PPTI (persatuan pembertans TB Paru Indonesia) di Sekretariat Aisyiyah, Gang Nilam 3. Perwakilan PPTI yang hadir adalah sekretaris, Bapak Agus Santoso, SKM., M.Kes. Beliau juga merupakan aparatur sepil negara di Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat.  Sementra, dari 'Aisyiyah dihadiri oleh lima pengelola Program TB-HIV care Aisyiyah Kalbar, yang dipimpin oleh kepala SR Ibu Elly Trisnawati, SKM., M.Sc.
 
Pada pertemuan tersebut dibahas sejumlah agenda. Agenda pertama yaitu sharing pengalaman PPTI Kalbar dalam penanggulangan TB yang didanai oleh Global Fund. Menurut Bapak Agus Santoso, PPTI Kalbar terakhir terlibat dalam program penanggulangan TB oleh Global Fund di tahun 2015. saat itu PPTI menjalankan program di 3 kabupaten, yaitu Kabu Raya dan Sambas.
 
Seperti halnya program TB-Aisyiyah, PPTI juga membentuk kader di setiap desa guna melakukan penemuan secara aktif terduga TB. PPTI bersedia jika Aisyiyah menggunakan kader yang pernah mereka latih, imbuh Sekretaris PPTI.
 
Agenda berikutnya membahas strategi penemuan terduga TB. Menurut Bapak Agus Santoso, yang juga pernah menjadi Wasor TB Dinkes Propinsi Kalbar, bahwa penemuan aktif terduga TB memerlukan strategi yang baik. Diantara strategi tersebut adalah Contact Treasing. Strategi tersebut dapat dilakukan melalui koordiansi yang baik dengan puskemas setempat.
 
Strategi kedua adalah penemuan berbasis kelompok. Kader terlatih dapat menemukan terduga TB melalui pertemuan atau kegiatan-kegiatan sosial, semisal pengajian, yang dilaksanakan oleh masyarakat.
 
Meskipun PPTI Kalbar sedang tidak aktif dalam penanggulangan TB, tetapi masih memiliki struktur dan pengelola organisasi. PPTI akan mendukung dan terlibat dalam setiap kegiatan baik pemberdayaan dan advokasi TB-HIV yang dilaksanakan oleh TB-HIV care 'Aisyiyah.
 
PPTI Kalbar setuju jika kedepan pemerintah daerah memiliki peraturan atau regulasi daerah, seperti Perda atau Pergub/perbup yang menjadi payung hukum program penanggulangan TB-HIV baik di tingkat propinsi atau kabupaten/kota. 
 
(*AKMS SR TB-HIV Care Aisyiyah)
Shared Post: