'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Aisyiyah belajar Keikhlasan JAPETI untuk atasi TB di Masyarakat
13 Februari 2017 23:32 WIB | dibaca 851
 
Gambar 1. Pertemuan dengan Ketua Japeti Kalbar
 
Melihat besarnya beban Indonesia dalam menanggulangi tuberkulosis (TB), terutama masih tingginya angka kematian dan temuan kasus baru per tahun, peran semua pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau organisasi kemasyarakatan (civil society organization/CSO), sangat diperlukan. Peran LSM, bekerja sama dengan pemerintah dan swasta, diperlukan terutama dalam menemukan kasus, mendiagnosis, dan mendukung kepatuhan pasien untuk berobat TB hingga pasien sembuh.
 
Sejauh ini, LSM yang berupa organisasi profesi, keagamaan, kelompok pasien, baik lokal, nasional, maupun internasional dengan jejaringnya, telah memberikan kontribusi besar dalam pemutusan mata rantai penyebaran TB di Indonesia dan dunia. Oleh karena itu, Aisyiyah terus memperluas jejaring agar penanggulangan TB semakin luas melibatkan komponen bangsa.
 
Salah satu LSM yang ditemui adalah JAPETI (jaringan peduli tb Indonesia). Japeti merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibagun untuk menggalang para mantan penderita TB. Para mantan penderita menjadi kader yang digerakan untuk mengedukasi masyarakat dan menemukan terduga TB di RT-RT terpilih.
 
Japeti Kalbar diketuai oleh Bapak Ary Mursetyio, SKM., MPH. Sekretariatnya berada di Komplek Bali Agung 3, Klinik Bidan Suryanti. Di Kota Pontianak, Japeti telah membina 7 perkumpulan Japeti yaitu di Sungai Jawi, Khatulistiwa, Siantan Tengah, Kampung Dalam, Tanjung raya, Akcaya dan Kota.
 
Salah satu determinan TB yang disadari oleh Japeti adalah kemiskinan, sehingga pemberdayaan tidak hanya pada penanggulangan TB tetapi juga pemberdayaan ekonomi.
 
Pada pertemuan Senin, 11 Februari 2017, di Sekretariat Aisyiyah, ketua Japeti Kalbar menyambut baik keterlibatan 'Aisyiyah dalam program TB-HIV. Meskipun berbeda konsep dalam upaya penanggulangan antara kedua belah pihak, Japeti tetap mendukung upaya Aisyiyah. Bahkan Japeti meminta MoU dengan Aisyiyah agar dukungannya lebih kongkrit.
 
Menurut ketua Japeti, keberhasilan penanggulangan TB dengan strategi Active Case Finding dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya rasio kader dan wilayah, peta terduga TB dan proses pelatihan serta rekrutmen kader. Kader sebaiknya warga setempat yang memahami wilayah kerjanya. Jepeti mengeritik program TB care Aisyiyah di Kota Pontianak, karena tidak mempertimbangkan dengan baik rasio wilayah dan jumlah kader.
 
(*AKMS SR TB-HIV Kalbar)
Shared Post: